Pantai Sukamade

September 12, 2008 at 4:53 pm (1) (, , , , , )

Sukamade is the East Java’s south sea beach, part of Meru Betiri National Park near Banyuwangi and Jember. The beach is a home for several endangered species of sea turtles, mostly green turtle (Chelonia mydas).

Mengintip Penyu Bertelur di Meru Betiri

Suasana Pantai Sukamade terasa hening. Puluhan orang tampak duduk di pasir nan lembut. Debur ombak laut selatan terdengar semakin keras tiap detiknya. Angin malam kian menyergap badan. Jantung berdegup menunggu sebuah atraksi keajaiban alam. Atraksi penyu hijau (Chelonia mydas) bertelur.
Sejak sore itu kami telah menunggunya, duduk di antara rimbunnya flora pantai yang masuk wilayah Taman Nasional Meru Betiri. Petugas PHPA yang menemani senantiasa mengingatkan untuk diam tak bersuara sedikitpun. Cahaya buatan diharamkan, tak terkecuali dari sebatang rokok. Kalau itu semua dilanggar , penantian akan sia-sia. Penyu-penyu tersebut akan balik kanan dan tidak jadi mendarat untuk bertelur.
Tiba-tiba jauh ke barat dari tempat kami duduk menunggu, tampak berkedip-kedip nyala lampu senter ke arah kami. Sebuah kode dari petugas yang lain. “Ada penyu yang sedang bertelur di sana”, kata petugas. Hati menjadi terasa lega, khususnya bagi saya. Ini bukan kali pertama saya ke sini. Tapi di kunjungan yang lalu, saya tidak menjumpai reptil menakjubkan itu bertelur. Kini dengan mata sendiri saya melihatnya bertelur.
“Penyu ini pasti berasal dari telur yang dulu menetas di sini juga. Meskipun ia telah ribuan kilometer berenang menjelajahi samudera di dunia, ia pasti kembali ke tempat ia lahir”, kata petugas. Ketika penyu telah mulai bertelur saat itulah ia tidak akan merasa terganggu oleh kehadiran manusia.
Penyu membutuhkan waktu satu jam dari laut untuk menyusur pantai guna mencari tempat yang paling cocok. Satu jam berikutnya dibutuhkan untuk proses bertelur. Dengan kaki depan yang seperti dayung ia menggali pasir pantai. Sekali bertelur penyu menghasilkan 100 butir. Setelah usai ia menutup lubang itu kembali. Kemudian ia memerlukan tambahan satu jam lagi untuk menggali lubang telur palsu untuk mengecoh predator. Saat musim bertelur, dalam satu malam dapat kita jumpai 2-3 penyu naik ke pantai untuk bertelur.
Selain penyu hijau, beberapa jenis penyu diketahui bertelur di Pantai Sukamade adalah: penyu belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu sisik (Eretmochelys imbicata), dan penyu lekang (lepidochelys olivacea).
Literatur menyebutkan bahwa hingga tahun 1979 di Pantai Sukamade masih terjadi perburuan penyu. Namun saat ini perburuan telah dilarang undang-undang. Taman nasional pun kini-meskipun sederhana membuat tempat khusus untuk mengamanka telur-telur reptil itu dari predator maupun gangguan manusia.
Taman Nasional Meru Betiri terletak di pantai selatan Jawa Timur. Namanya diambil dari dari gunung tertinggi yang ada di dalamnya, yaitu Gunung (meru) Betiri (1.223 m). Kawasannya masuk dalam dua kabupaten yakni Jember dan Banyuwangi. Luas keseluruhan mencapai 50.000 hektar. Di dalamnya terdapat tiga jenis ekosistem yang berbeda, yakni mangrove, hutan rawa, dan hutan hujan dataran rendah. Kawasan lindung ini konon merupakan habitat terakhir dari harimau jawa (Panthera tigris sondaica)-beberapa orang pernah mengatakan masih menjumpai sosoknya atau jejak keberadaannya, namun bukti fisik tidak pernah ditemukan hingga akhirnya harimau jawa dinyatakan punah. Kini taman nasional ini merupakan ‘rumah’ dan habitat bagi 29 jenis mamalia, 180 jenis burung, dan 340 jenis flora yang beberapa di antaranya langka, termasuk Rafflesia zollingeriona.
Selain Pantai Sukamade, terdapat juga tempat lain yang dapat dikunjungi dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri, seperti: Pantai Rajegwesi, Sumbersari, dan Teluk
Hijau yang semuanya menarik bagi mereka yang gemar berpetualang.
Dalam perjalanan menuju taman nasional pun pengunjung dapat ‘mencicipi’ wisata agro. Tanaman perkebunan seperti karet kopi dan coklat berdiri berjajar di kanan kiri jalan. Sungguh sebuah prolog indah bagi penggemar wisata petualangan.

Menuju Pantai Sukamade.

Banyuwangi dapat dijangkau melalui jalan darat dengan bus atau kereta api dari Surabaya sekitar 5-6 jam. Atau juga dari arah Bali dengan kapal feri (Gilimanuk-Ketapang). Sedangkan dari Banyuwangi menuju Sukamade yang berjarak 98 kilometer dapat ditempuh dengan bus ke Pesanggaran. Setelah itu dilanjutkan dengan bus kecil ke Sarongan.
Selanjutnya untuk menuju Sukamade hanya dapat ditempuh dengan kendaraan four wheel drive atau dengan truk, karena medan yang ditempuh berbukit terjal, jalan berbatu dan menyeberangi tiga anak sungai.
Ijin masuk ke kawasan taman dapat diperoleh di kantor PHPA Sarongan. Waktu terbaik untuk berkunjung ke Taman Nasional Meru Betiri adalah antara bulan Februari hingga Juli

Permalink Leave a Comment

Uluwatu The Most Famost Wave of Bali

September 5, 2008 at 7:37 pm (1) (, , , , )

Uluwatu is the most famous wave of Bali. There is always some swell here so it’s also always crowded. The spot offers several waves which are working with different swells and tides:

The Peak: best at mid and high tide. Closes out at low tide. In front of the cave. it’s the most consistant. Short and powerful waves, tubes. The take off is moving. It works from 1ft to 8ft. The most crowded. One of the sections closes more than the others.

Racetracks: 100 meters further. fast wave, a lot of sections with easy tubes. Best at low tide and at 6ft. Can hold bigger swell. On the right tide and the right swell, “The Peak” connects with “Racetraks” (you need to be a good tuberider). Over 10ft, Racetracks breaks until “The Corner”.

Inside Corner: best at mid and low tide with a 6ft swell. At first, it’s a fun wave and the final bowl is a tube. Don’t do a cutback just before the bowl! Take plenty of speed, stay high in the face and trim. You will pass the tube.

Outside Corner: the REAL Uluwatu. Works only with big swells (>8ft) and at low tide. The lower is the tide, the better is the wave. Take at least a 7′ board. It is a succession of long walls good for carving and, sometimes, a beautiful final tube. The length is around 300 meters.

Temple: less surfed. 2 waves in fact (“Outside temple” and “The Bombies”). Only for experts because the water is very shallow. For thoses,it is a incredible tube when it works.

Spot information for surfing at Uluwatu.

Type of break: reef break

  • Type of wave                         : hollow barreling wave
  • Direction                                : left hand
  • Bottom                                    : coral
  • Average lenght of ride          : long
  • Suitable for                            : expert level

Detailed information:

  • Crowd level: a big crowd
  • Best tide: mid
  • Ideal board size: 6′8-7′4 Mini gun
  • Ideal wind direction: south-east

Wavesize & wetsuit:

  • Spring                         Summer          Autumn                      Winter
    Overhead: 6′- 8′           Ok : 2′- 4′        Overhead: 6′- 8′           Overhead: 6′- 8′
    Boardshorts                 Boardshorts     Boardshorts                 Boardshorts

Getting There

To reach Uluwatu from The Ngurah Ray International Airport by using Taxi, rent car/motorcycle or using travel agent. Its about 1 hour drive.

Where to Stay

There are many accommodations from Warung (warung in a traditional caf), motels, hotels until Villa. The range price in $5 until $ 2000 for 1 day. If you stay in warung you just pay for the meals. There are many surfing spot near Uluwatu such as : Padang-padang Beach, Dreamland Beach, Bingin Beach, Impossible Beach.

Dining Guide

Various restaurants and cafes throughout Uluwatu, from cheeps price to a luxury restaurant.

Souvenir Tips

Sea-related products, such as items made of seashells, corals and t-shirt, etc.

Other Things to See or Do

There is Temple near the beach, its one of the best temple in Bali called Uluwatu Temple. In the Temple you can see a lot of attractions such as:Watching traditional Bali dace performance, Watching Sunset (very good view from Uluwatu Tample).

Travel Tips

  • A good hat and water-proof sun-screen.
  • Basic first-aid kit, antiseptic dressing, etc.
  • Sand-shoes and thongs.
  • Board-shorts, t-shirts, 1 pair light-weight, long-pants and long-sleeve wind cheater.
  • Two towels and sun-glasses.
  • Personal toiletries, after-sun cream, insect repellent.
  • Walkman, camera, handy-cam and books.
  • Booties, 2 surf-boards.
  • Light-weight wet-suits, rash-vest, gate helmet and spare leg-ropes.

“It’s Time To Visit Indonesia, The Smiling Archipelago”

 

Permalink Leave a Comment